Selamat datang di website Puslitsosek
Permasalahan kehutanan saat ini berkembang semakin kompleks. Tantangan untuk mewujudkan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus tidak lagi cukup didekati dengan solusi yang bersifat teknis kehutanan saja. Saat ini, peta permasalahan kehutanan telah bergeser dari masalah teknis ke permasalahan ekonomi, sosial serta dampak kebijakan sektor kehutanan yang kian hari kian tampak dan membutuhkan penanganan segera.
Pusat Penelitian Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan (Puslitsosek), adalah institusi litbang pemerintah yang berada dalam lingkup Badan Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan. Sebagai sebuah institusi penelitian kehutanan yang didedikasikan sebagai lembaga litbang sosial ekonomi dan kajian kebijakan sektor kehutanan, Puslitsosek hadir untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan di atas.
Situs ini adalah salah satu upaya Puslitsosek untuk menyebarluaskan hasil karyanya sekaligus sebagai jendela bagi para pihak yang berkepentingan dengan sektor kehutanan untuk berbagi informasi dan menjalin kerjasama dalam penelitian kehutanan khususnya pada aspek sosial, ekonomi dan kebijakan kehutanan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kelestarian hutan Indonesia.
Hot News
Workshop Kebutuhan Diklat Untuk Pelaksanaan Redd+ Di Level Nasional Dan Sub-Nasional
Penulis : admin
Tanggal : 17 Februari 2012
Bekerjasama dengan Badan Litbang Kehutanan ( Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan) , FCPF akan menyelenggarakan ‘Workshop Kebutuhan Diklat Untuk Pelaksanaan Redd+ Di Level Nasional Dan Sub-Nasional”, yang akan di laksanakan pada tanggal 21 Februari 2012 di Bogor. |
STAKEHOLDER COORDINATION: COMPREHENSIVE MITIGATION ACTION FOR REDD+
Penulis : admin
Tanggal : 10 Februari 2012
Pentingnya koordinasi stakeholder dalam rangka mempersiapkan implementasi REDD+ pada tahun 2013 telah mendorong Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan bekerjasama dengan World Bank dalam kegiatan Forest Carbon Partnership facility (FCPF) REDD+ Readiness Prepareness memfasilitasi pertemuan dalam seminar Stakeholder Coordination: Comphrehensive Mitigation Action for REDD+ pada tanggal 3 Februari 2012 di Botani Square IPB centre Bogor. Tujuan dari stakeholder dimaksud adalah mengetahui kesenjangan yang ada pada kedua fase REDD dan mengisi kesenjangan yang ada tersebut dengan memfokuskan kegiatan-kegiatan FCPF. |
Loka karya “Keterlibatan Masyarakat Lokal dalam Skema Pembayaran untuk mengurangi Emisi Karbon dari
Penulis : admin
Tanggal : 10 Februari 2012
Salah
satu faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi REDD+ adalah
pelibatan masyarakat dalam setiap phase safeguards. Hal ini ditekankan juga
dalam Cancun Agreement yang mengamanatkan bahwa dalam pelaksanaan REDD+ perlu dilengkapi dengan instrumen
social dan environmental safeguards. Salah satu capaian Durban dalam COP 17
adalah diterimanya dan diadopsi draft keputusan terkait safeguards yang
didalamnya menyebutkan pentingnya menghormati hak indigenous peoples.
|



